Batas akhir pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sudah mendekat yaitu pada 31 Maret 2018 untuk Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi dan pada 30 April 2018 untuk WP Badan Usaha.  Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengimbau para Wajib Pajak untuk segera melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2017,  baik dengan datang ke kantor-kantor pelayanan pajak (KPP) atau memanfaatkan fitur e-Filing.

Bagi Anda yang enggan mengantri atau memiliki kesibukan bisnis yang padat,  Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyediakan program yang dinamakan e-Filing, dimana wajib pajak (badan usaha atau perorangan) dapat melaporkan SPT Tahunannya secara online. SPT dapat dikirimkan kapan saja (termasuk pada hari libur) tanpa perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Konfirmasi dari DJP akan diperoleh saat itu juga (real time) apabila data-data SPT yang dikirim secara elektronik telah sampai dan diisi dengan lengkap dan benar. Bukti Penerimaan akan dilengkapi dengan Nomor Transaksi Penyampaian SPT (NTPS) sebagai tanda bukti pengesahan penyampaian Surat Pemberitahuan tersebut. 

Meski langkah-langkah pelaporannya sama, terdapat perbedaan cara pelaporan e-Filing untuk Badan Usaha dan Orang Pribadi. Berikut ini adalah penjelasannya:

Langkah 1: Mengajukan permohonan aktivasi EFIN ke KPP atau KP2KP.

Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi:
  • Permohonan dilakukan dengan mendatangi langsung KPP/KP2KP terdekat oleh wajib pajak sendiri dan tidak dapat dikuasakan kepada pihak lain.
  • Wajib pajak mengisi, menandatangani dan menyampaikan Formulir Permohonan Aktivasi EFIN.
  • Menunjukkan asli dan menyerahkan fotokopi:
    – KTP (bagi WNI); Paspor dan KITAS/KITAP (bagi WNA).
    – NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT).
Bagi Wajib Pajak Badan Usaha:
  • Pengurus yang ditunjuk untuk mewakili WP Badan mengisi, menandatangani dan menyampaikan Formulir Permohonan Aktivasi EFIN dengan mendatangi langsung KPP tempat WP Badan terdaftar.
  • Menunjukkan asli dan menyerahkan fotokopi:
    – Surat Penunjukan Pengurus yang bersangkutan.
    – KTP Pengurus (bagi WNI); Paspor dan KITAS/KITAP Pengurus (bagi WNA).
    – NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Pengurus.

    – NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) WP Badan.

  • Menyampaikan alamat email aktif yang digunakan sebagai sarana komunikasi dalam rangka pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan.
Bagi Wajib Pajak Badan Usaha (Kantor Cabang):
  • Kepala kantor cabang yang ditunjuk untuk mewakili WP Badan kantor cabang mengisi, menandatangani dan kemudian menyampaikan Formulir Permohonan Aktivasi EFIN ke KPP tempat kantor cabang terdaftar.
  • Menunjukkan asli dan menyerahkan fotokopi:

    – Surat pengangkatan pimpinan kantor cabang.
    – Surat penunjukan pimpinan kantor cabang sebagai pengurus yang bersangkutan.
    – KTP Pengurus (bagi WNI); Paspor dan KITAS/KITAP Pengurus (bagi WNA).
    – NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atas nama yang bersangkutan.
    – NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kantor cabang.
  • Menyampaikan alamat email aktif yang digunakan sebagai sarana komunikasi dalam rangka pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan

 

Langkah 2: Setelah memperoleh nomor EFIN, Anda dapat mendaftarkan diri pada Layanan Online Pajak pada website DJP Online atau website Penyedia Layanan SPT Elektronik.

Untuk melakukan pendaftaran DJP Online Anda dapat mengakses pada situs https://djponline.pajak.go.id.
Berikut ini adalah langkah-langkah mendaftar DJP Online:
  • Masukkan NPWP, nomor EFIN dan kode keamanan kemudian klik “verikasi”.
  • Isi data yang diminta dan buat kata sandi Anda.
  • Setelah daftar, Anda akan menerima email berisi identitas pengguna, kata sandi dan tautan.
  • Klik tautan tersebut untuk mengaktifkan akun DJP Online Anda.
  • Setelah Anda terdaftar dan aktif, masuk menu “Profil Lengkap”, kemudian pada menu Hak Akses klik semua fitur lalu klik “ubah akses”.
  • Login kembali dan Anda sudah dapat menggunakan seluruh layanan online yang terdapat dalam DJP Online, termasuk salah satunya adalah e-Filing.

 

Langkah 3: Setelah memiliki akun DJP Online/Akun Penyedia Layanan SPT Elektronik, Anda sudah dapat menyampaikan SPT melalui menu e-Filing.

  1. Siapkan data pendukung seperti bukti pemotongan pajak 1721-A1 (pegawai swasta)/1721-A2 (ASN/Aparatur Sipil Negara), Daftar Harta, Daftar Susunan Keluarga dan data lain yang dibutuhkan.
  2. Buka Website DJP Online.
  3. Login dengan akun DJP Online Anda (identitas pengguna: NPWP dan kata sandi).
  4. Pilih menu “e-Filing”.
  5. Pilih menu “Buat SPT”.
      Bagi Wajib Pajak yang tidak menjalankan Usaha/Pekerjaan Bebas (formulir 1770S/1770SS):
  • Ikuti panduan pengisian SPT yang ada;
  • Bayarlah kekurangan pajak Anda (jika ada);
  • Setelah SPT Anda kirim, Bukti Penerimaan Elektronik akan dikirim ke email Anda.
       Bagi Wajib Pajak yang menjalankan Usaha/Pekerjaan Bebas (formulir 1770/1771):
  • Download Aplikasi e-SPT.
  • Isi SPT Anda pada Aplikasi e-SPT.
  • Buat SPT ke dalam format .csv melalui Aplikasi e-SPT.
  • Scan lampiran dalam bentuk .pdf.
  • Unggah file .csv dan lampiran Anda.
  • Setelah diunggah, Bukti Penerimaan Elektronik akan dikirim ke email Anda.

Mari sampaikan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi maupun PPh Badan Anda sebelum tenggat waktu yang ditetapkan. Orang Bijak Taat Pajak.

 

– Bila membutuhkan konsultasi lebih lanjut, hubungi Konsultan Kami: Arthur Mario: 021 225 29500 –

Lapor Pajak Nda Pake Antri, e-Filing solusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WhatsApp us